Categories
Speak

Raya Dalam Maya

RAYA DALAM MAYA Lebaran tahun ini benar-benar berbeda dari tahun sebelumnya. Sepi. Acara “unjung-unjung” digantikan dengan videocall by whatsapp atau zoom. Sedih. tapi mau bagaimana , sedang ada pandemi yang entah kapan akan pergi? Raya dalam Maya. Ramai tapi tidak nyata. Jauh dimata, namun bisa dirasa.  Seorang Ibu yang usianya sudah renta, menangis dihari raya. Dia menangis karena tidak bisa berjumpa dengan anak, cucu dan mantunya. Acara kumpul-kumpul keluarga, digantikan dengan videocall berkelompok, yang tak jelas suaranya karena masing-masing berebut berbicara. 
Ah, Allah semoga segera Kau angkat segala kesusuhan ini.  Dalam balutan kaftan hari raya, sudah cantik berseragam dengan keluarga, foto lalu diunggah ke dunia maya, benarkah ada bahagia yang hangat menyapa didada?  Tidak! Aku tidak menemukan bahagia dalam maya. Aku menarik napas panjang, mencoba bernapas dengan lega meski ada sakit yang terasa didada.  Ada yang hilang, ada yang kurang, tapi aku tidak bisa menjelaskannya dengan kata.  Selamat Hari Raya, salam untuk semesta. Semoga lekas membaik , bumiku 🙂 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *