<![CDATA[Berdamai dengan Patah Hati - Blog Desiani]]>Sat, 08 Jun 2019 05:33:51 +0700Weebly<![CDATA[Selamat Menjadi Dewasa, Desember!]]>Fri, 30 Nov 2018 20:24:02 GMThttp://desianiyudha.com/blog-desiani/selamat-menjadi-dewasa-desemberIni adalah desemberku yang kedua yang aku lalui tanpa membuat puluhan list yang akan dicapai dalam satu tahun. Desember tahun lalu aku hanya punya satu harapan, aku hanya membuat satu list saja. Menjadi Manusia!.

MENJADI MANUSIA. 

Aku ingin menjadi manusia yang seutuhnya, yang menangis saat terluka, tertawa saat bahagia. Bersyukur untuk semua yang dilalui. Desember selalu punya cerita terbaiknya lengkap dengan gerimis romantis yang mengiringinya. 

Desemberku. 

Tahun ini aku ingin menjadi dewasa. Menjadi seseorang yang manut sama Tuhannya dan orang-orang yang menyayangiku. Gusti Allah, kulo yakin takdir panjenengan langkung sae kagem kulo. 

Selamat datang Desember, selamat menjadi dewasa pecinta gerimis dibulan Desember. ]]>
<![CDATA[Sebuah Awal?]]>Fri, 23 Nov 2018 15:19:36 GMThttp://desianiyudha.com/blog-desiani/sebuah-awalBismillah, ini adalah tulisan pertama saya diblog baru. Di blog baru ini akan saya isi dengan catatan perjalanan saya meniti kepulangan menuju Illahi. 

Semoga ada sedikit manfaat yang dapat diambil ya. 

Alina Suhita. Seorang tokoh fiksi yang belakangan ini terus-terusan berada didalam angan-angan saya. Ia seorang anak Kyai, yang hidupnya mek di pondok tok. Sejak masih kecil dia sudah "diminta" oleh seorang Kyai besar untuk menjadi mantunya. Menjadi satu-satunya mantu dirumah itu, karena sang Kyai hanya punya satu anak.

Sejak masih kecil, ia sudah dipondokkan. Ia bahkan tidak punya pilihan hidup, karena hidupnya, cita-citanya hanya boleh untuk calon mertuanya. Dia memang digadang-gadang untuk menjadi penerus kepemimpinan pondok pesantren milik mertuanya. 

Gus Albirunni, adalah putra mahkota dirumahnya. Harta melimpah ruah, ganteng, dan dia punya segalanya, pokoknya idaman semua perempuan. Tapi sebagai manusia, ia bukanlah manusia yang sepenuhnya meredeka karena sejak kecil ia harus menerima perjodohan dengan Alina Suhita, seseorang yang dipilih oleh kedua orang tuanya untuk mendampinginya. 

Membaca kisah cinta mereka, saya tidak sanggup lagi menahan gejolaj dihati. Rasanya hati ini berlompatan, jejeritan merasa tidak terima hahaha. Baru membaca episode pertama, saya nangis wkwk. Enggak kuat kalo harus jadi Alina Suhita. 

"Aku tak boleh tenggelam dalam nestapa sebab namaku adalah Suhita. Dewi Suhita membuat Candi Sukuh dan Candi Ceta di lereng gunung lawu.
Aku, yang mewarisi namanya, tak perlu membuat tempat pemujaan dan punden berundak di lereng gunung. Aku hanya perlu belajar pada ketabahan Ekalaya yang ditolak dan diabaikan sejak semula"


Sumpah nyesek banget bacanya. 

Alina Suhita, darinya aku belajar menjadi cantik dalam ketaatan dan ketabahan. 
Darinya aku percaya, cinta hanya soal waktu. Cinta adalah sesuatu yang harus diperjuangkan sekalipun sudah terikat dalam pernikahan, cinta akan selalu menemukan alasan untuk bertahan. 

Dan aku, aku sama dengan Suhita. Aku akan mempertahankan mustika ampalku, cintaku, kekasihku yang kini pergi membawa mimpi dan cita-citaku. Hari ini, malam ini adalah awal perjuangan cintaku dimulai. Bismillah. 

nb. cerita suhita bisa dibaca di FB Ning Khilma Anis ya :) ]]>